Text
KONVERGENSI SIMBOLIK TEPUK TEPUNG TAWAR PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT MELAYU DI KWCAMATAN KEMUNING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam ritual tepuk tepung tawar pada prosesi pernikahan adat Melayu di Kecamatan Kemuning, Provinsi Riau. Ritual ini merupakan warisan budaya yang sarat nilai simbolik, dan masih digunakan dalam masyarakat sebagai bagian dari permohonan restu dan doa keselamatan bagi kedua mempelai. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana makna simbolik dari ritual tersebut dipahami, dipertahankan, dan diwariskan oleh masyarakat antar generasi, serta bagaimana proses komunikasi budaya berlangsung dalam konteks ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi etnografi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan generasi muda, baik yang pernah maupun yang belum pernah terlibat langsung dalam prosesi tepuk tepung tawar. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori Konvergensi Simbolik dari Ernest Bormann untuk menelusuri proses pembentukan makna kolektif dalam komunitas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepuk tepung tawar dimaknai sebagai simbol pembersihan diri, perlindungan, dan harapan akan kehidupan yang sakinah bagi pasangan pengantin. Masyarakat adat menekankan pentingnya pelestarian makna simbolik ini melalui peran aktif Lembaga Adat Melayu (LAM) dan tokoh adat dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya. Sementara itu, terdapat perbedaan dalam pemahaman dan keterlibatan generasi muda, yang sebagian mulai mengalami pergeseran makna akibat pengaruh modernisasi. Simpulannya, ritual tepuk tepung tawar tidak hanya berfungsi sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang menyatukan nilai-nilai budaya melalui cerita bersama (symbolic convergence) yang hidup dalam masyarakat Melayu Kemuning.
No copy data
No other version available