Text
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Dalam Di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
ABSTRAK YUSRIL IZA MAHENDRA (184210509). Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Dalam Di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Dibawah Bimbingan Ibu Sisca Vaulina, SP, MP sebagai pembimbing. Kelapa (Cocos Mucifera L.) adalah komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini di manfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga di anggap sebagai tumbuhan serta guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1). Karakteristik dan profil usahatani, 2). usahatani kelapa dalam (penggunaan faktor produksi, biaya, produksi, pendapatan dan efisiensi) di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, 3). Permasalahan usahatani kelapa Dalam di Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Metode penelitian adalah metode survei, kasus pada usahatani kelapa dalam di Kecamatan Reteh. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yang dimulai dari Mei 2024 sampai Oktober 2024. Responden dalam penelitian ini adalah 66 petani kelapa yang ada di Kecamatan Reteh. Selanjutnya penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis usaha dan efesiensi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata petani berumur produktif dengan umur 39 tahun, lama pendidikan 10 tahun atau setara SMA dengan pengalaman usaha 15 tahun, jumlah tanggungan keluarga 3 orang. Usahatani kelapa ini termasuk berskala kecil dan usaha rumah tangga, serta menggunakan teknologi tradisional. Rata-rata Penggunaan tenaga kerja dalam keluarga pada usahatani kelapa yaitu sebesar 1,09 HOK/Ha/Tahun. Rata-rata penggunaan pupuk NPK sebesar 99 Kg/Ha/Periode, rata-rata penggunaan pestisida Gromoxone 1,78 Liter/Ha/Periode. Rata-rata total biaya variabel Rp. 669.152/Ha/Periode, total biaya tetap Rp. 440.757/Ha/Periode, dan total biaya produksi Rp. 1.109.908 Ha/Periode. Rata-rata Pendapatan kotor sebesar Rp. 2.990.909/Ha/Periode dengan pendapatan bersih sebesar Rp. 1.881.001 /Ha/Periode dan RCR sebesar 1,69. Permasalahan usahatani kelapa dalam di kecamatan reteh anatara lain harga kopra yang masih flutuatif, kurangnya teknologi, adanya alih fungsi lahan, umur kelapa dalam tidak produktif lagi serta biaya transport yang mahal. Kata Kunci: Kelapa, Usahatani, Efesiensi
No other version available