Text
GAMBAR PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA YANG MEMILIKI IBU TIRI
Remaja yang menghadapi perubahan struktur keluarga, seperti kehadiran ibu tiri, sering kali mengalami tantangan emosional. Hal ini disebabkan oleh rasa kehilangan sosok keluarga utuh yang ideal, serta kekhawatiran bahwa perhatian dan kasih sayang dari ayah akan berkurang. Selain itu, anak tiri pada usia remaja lebih sulit menerima keberadaan ibu tiri dibandingkan anak yang lebih muda, karena tingkat kelekatan yang lebih tinggi dengan orang tua kandung. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana penerimaan diri remaja terhadap ibu tiri. Subjek penelitian dipilih berdasarkan Purposive Sampling yaitu subjek penelitian dipilih berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 remaja dengan status memiliki ibu tiri yang ada di Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan lesung, Kabupaten Pelalawan. Proses pengumpulan data melibatkan mendapatkan, menuliskan, dan mengumpulkan informasi secara objektif sesuai dengan hasil observasi dan wawancara lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui maka dapat disimpulkan bahwa keempat subjek memiliki latar belakang broken home (korban perceraian) yang menyebabkan keempat subjek tinggal hanya bersama ibunya dan berpisah dengan ayahnya, ada juga yang tinggal dengan ayahnya dan berpisah dengan ibu kandung. Hal ini membuat keempat subjek merasakan kehilangan sosok dan peran orangtua di hidupnya. Keempat subjek merasakan bahwa ketidak adanya peran orangtua kandung dan hadirnya orang baru (ibu tiri) dalam hidupnya hingga saat ini dapat berdampak baik pada fisik terutama pada kesehatan tubuh, kesehatan psikologis.
No other version available