Text
PENGARUH SODA API TERHADAP BETON NON STRUKTURAL PADA PEKERJAAN LEAN CONCRETE
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan soda api (NaOH) terhadap beton non-struktural pada pekerjaan lean concrete, dengan variasi persentase soda api 0%, 1%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Soda api sering digunakan oleh masyarakat pesisir sebagai bahan tambah dalam campuran beton untuk mempercepat proses pengerasan saat bekerja di zona pasang surut, namun efeknya terhadap kualitas beton perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini fokus pada pengujian pengaruh soda api terhadap kuat tekan dan kuat tarik lentur beton dengan mutu fc 10 MPa dan fs 2,21 MPa. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan membuat 36 sampel silinder untuk uji kuat tekan dan 24 sampel balok untuk uji kuat tarik lentur pada umur beton 14 dan 28 hari. Pengujian dilakukan berdasarkan standar SNI dengan parameter utama yang diamati meliputi nilai slump, kuat tekan, dan kuat tarik lentur. Analisis data menggunakan metode statistik regresi untuk mengetahui korelasi antara persentase soda api dengan karakteristik beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan soda api menyebabkan penurunan signifikan pada workability, kuat tekan, dan kuat tarik lentur beton. Kuat tekan optimum terjadi pada beton dengan persentase soda api 0% yaitu 11,64 MPa pada umur 28 hari, sedangkan penambahan soda api 10% menurunkan kuat tekan hingga 5,97 MPa (51,3% dari nilai optimum). Demikian pula, kuat tarik lentur menurun dari 2,67 MPa pada 0% soda api menjadi 1,66 MPa pada 10% soda api. Analisis regresi menunjukkan korelasi negatif yang kuat antara persentase soda api dan kekuatan beton dengan R² = 0,9568 untuk kuat tekan dan R² = 0,9187 untuk kuat tarik lentur pada umur 28 hari. Kata Kunci : Soda api, beton non-struktural, lean concrete, kuat tekan, kuat tarik lentur, umur beton 14 hari, 28 hari, mutu fc 10 MPa, fs 2,21 MPa.
No other version available