Text
Mitigasi Short Run Life Karena Zero Meg Pada ESP Pump Dengan Menggunakan Abrasive Pump(SSD) dan Breather Hole
ESP (Electrical Submersible Pump) merupakan salah satu artificialift untuk dapat mengangkat fluida dari dalam sumur minyak ke permukaan. Salah satu kegagalan pompa ESP ini disebut dengan Zero Meg. Zero Meg pada motor Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan kondisi kritis yang ditandai dengan penurunan resistansi isolasi hingga menunjukkan 0 mega ohm, menyebabkan motor gagal beroperasi dan kerusakan pada motor. Di Area X, kondisi ini terjadi akibat kombinasi antara abrasi pasir, tekanan diferensial tinggi, dan fluida korosif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi mitigasi berbasis pendekatan teknis guna meningkatkan keandalan dan masa pakai pompa. Analisis dilakukan terhadap data historis produksi, AMP-chart, serta hasil (DIFA). Perhitungan IPR menunjukkan Productivity Index (PI) sebesar 2,14 BFPD/psi dengan tekanan alir dasar (Pwf) 350 psi dan laju produksi optimal (Qo) sebesar 2.084 BFPD. Desain sistem menghasilkan Total Dynamic Head (TDH) sebesar 2.379,15 ft, dengan Static Fluid Level (SFL) 3.470 ft, Working Fluid Level (WFL) 3.700 ft, dan Fluid Over Pump (FOP) sebesar 230 ft, yang menunjukkan tekanan negatif di atas pompa. Strategi mitigasi dilakukan dengan kombinasi tiga metode. Pertama, foaming agent disirkulasikan sebelum pemasangan ESP untuk mengangkat akumulasi pasir. Kedua, abrasive pump (SSD) merupakan bagian dari ESP yang terbuat dari baja asli, digunakan untuk menghadapi fluida abrasif dan mencegah kerusakan impeller. Ketiga, breather hole dipasang pada intake untuk mengurangi tekanan dan menyaring pasir masuk. Hasil implementasi menunjukkan resistansi isolasi meningkat dari 0 M? menjadi >500 M? dan masa operasi pompa (run life) meningkat. AMP-chart menunjukkan kestabilan arus pasca-intervensi. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan mitigasi terintegrasi secara signifikan dapat memperpanjang umur operasional ESP dan menekan risiko kegagalan di lingkungan sumur abrasif, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi maintenance prediktif.
No other version available