Text
Analisis strategi pengembangan usahatani jeruk siam di kecamatan ujung batu kabupaten rokan hulu
Pengembangan usahatani jeruk siam merupakan konsep yang dapat menjadi pendorong dan cara dalam rangka meningkatkan luas lahan produksi dan total produksi jeruk siam atau sebuah cara dalam rangka memaksimalkan dan menaikkan total produksi dengan kondisi lahan yang ada sekarang yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan petani pada khususnya dan peningkatan perekonomian daerah pada umumnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis: (1) Karakteristik karakteristik pengusaha dan profil usahatani jeruk siam di Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu? (2). Penggunaan faktor produksi biaya, harga, produksi, pendapatan, keuntungan dan efisiensi usahatani jeruk siam usahatani jeruk siam di Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu ? (3). Strategi pengembangan usahatani jeruk siam Di Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yang dimulai dari bulan November 2023 sampai April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan petani jeruk siam di Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu yang berjumlah sebanyak 30 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta analisis regresi berganda dengan metode cobb-douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karaketeristik petani jeruk siam menunjukkan bahwa rata-rata umur petani yaitu 45 tahun, hal tersebut menunjukkan bahwa petani termasuk dalam umur produktif. Rata-rata tingkat pendidikan petani yaitu SMA (9 tahun). petani jeruk siam mempunyai pengalaman berusahatani selama rata-rata 8 tahun. Tanggungan keluarga petani rata-rata 2 orang, berarti petani memiliki tanggungan keluarga yang kecil. (2). Penerapan teknologi budidaya adalah kegiatan persiapan lahan, pemilihan bibit, pembibitan, penyisipan, pengendaian hama dan penyakit, panen dan pasca panen sudah mengikuti standar usahatani sementara kegiatan pengolahan lahan, pemupukan, pengairan, pengaturan cabang, dan pengurangan buah kurang sesuai dengan standar usahatani. Rata-rata luas lahan petani jeruk siam yaitu 0,11 ha. Penggunaan tenaga kerja yang paling banyak digunakan adalah TKLK yaitu Rp 1.205.562,5 ha/periode produksi. Sarana produksi dibagi menjadi tiga yaitu benih, pupuk, dan pestisida. Rata-rata penggunaan benih petani yaitu Rp 743.500 ha/periode produksi. Penggunaan pupuk terbanyak yaitu pupuk Kandang sebanyak 218,5 kg/garapan/periode produksi. Penggunaan pestisida terbanyak adalah Furadan sebanyak 4 kg/garapan/periode produksi. Total biaya pada usahatani jeruk siam yaitu Rp 17.232.396 /ha/periode produksi. Produksi usahatani jeruk siam yakni sebesar 0,56 ton/ha/periode produksi. Adapun pendapatan kotor petani yaitu Rp 15.406.250 /ha/periode produksi. Pendapatan bersih petani yaitu Rp 10.321.552,47 /ha/periode produksi. Usahatani jeruk siam terbilang efisien dengan RCR 3,11. (3). Untuk memperoleh titik impas dengan harga penjualan sebesar 25.000 maka pengusaha harus menjual sebanyak 10 Kg per hari dan Rp 255.391,89 per hari. Jika jumlah penjualan tidak sampai maka tidak akan menutup biaya produksi yang sudah dikeluarkan.
No other version available