Text
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL PEKANBARU – DUMAI TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SERTA SOSIAL DAN EKONOMI PELAKU USAHA DI KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU
Pembangunan jalan tol Pekanbaru–Dumai merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang bertujuan untuk mempercepat konektivitas antarwilayah, meningkatkan efisiensi transportasi, dan menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Jalan tol ini menjadi jalur alternatif yang lebih cepat dan bebas hambatan dibandingkan jalan lintas lama yang sebelumnya menjadi rute utama pengendara. Dengan beroperasinya jalan tol, terjadi peralihan arus kendaraan dari jalan lintas lama ke jalan tol. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah teridentifikasinya dampak pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terhadap perubahan penggunaan lahan Kecamatan Minas Kabupaten Siak, teridentifikasinya dampak pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terhadap aspek sosial pelaku usaha Kecamatan Minas Kabupaten Siak, dan teridentifikasinya dampak pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terhadap aspek ekonomi pelaku usaha Kecamatan Minas Kabupaten Siak Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif melalui analisis overlay untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terhadap perubahan penggunaan lahan dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai terhadap aspek sosial dan ekonomi pelaku usaha Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah para pelaku usaha di Kecamatan Minas dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 255 orang. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, tingkat perubahan penggunaan lahan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Analisis overlay menunjukkan adanya penurunan lahan perkebunan sebesar 0,90 ha pada 2020 dan 1,06 ha pada 2025, yang seluruhnya beralih menjadi permukiman dengan peningkatan masing- masing 1,38 ha dan 2,44 ha. Pada aspek sosial pelaku usaha, dampak pembangunan tol berada dalam kategori tinggi. Peningkatan kemudahan akses transportasi tercermin dari berkurangnya waktu tempuh perjalanan (mean 4,35), sementara gangguan aktivitas harian terutama disebabkan oleh kebisingan dan debu proyek (mean 3,93). Pada aspek ekonomi, dampak berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. Keberadaan tol mendorong masuknya investor (mean 4,28), pertumbuhan kawasan industri dan bisnis baru (mean 4,30–4,48), serta meningkatnya kemudahan belanja masyarakat (mean 4,27).
No other version available