Text
PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS GTAW PADA ALUMUNIUM 6061
Alumunium seri 6061 banyak digunakan dalam industri lepas pantai termasuk dalam proses pembuatan kapal dengan menggunakan pengelasan TIG. Namun pada pengelasan alumunium 6061 memiliki kelemahan yaitu adanya kemungkinan terjadinya retak panas (hot crack). Setelah proses pengelasan terdapat tegangan sisa di daerah Heat Affected Zone (HAZ) yang dapat menyebabkan terjadinya deformasi serta perubahan sifat mekanis, dan struktur metalurgi. Untuk mengembalikan kekuatan sambungan las diperlukan proses perlakuan panas pasca pengelasan yaitu Post Weld Heat Treatment (PWHT), salah satunya yaitu proses penuaan buatan (Artificial Aging). Bertujuan untuk melunakkan daerah Heat Affected Zone (HAZ), menambah ketangguhan daerah las, serta menghilangkan tegangan sisa yang tersisa pada proses pengelasan dan meningkatkan sifat mekanik material, terutama kekerasan dan kekuatan tarik. Pada penelitian ini dilakukan PWHT dengan variasi temperatur aging 140?C, 180?C dan 230?C dengan holding time selama 4 jam. Sebelum dilakukannya proses aging material terlebih dahulu diberi Solution Treatment pada temperatur 540?C holding time selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa aging dapat meningkatkan kekuatan luluh, kekuatan Tarik dan kekuatan bending material yang turun akibat pengelasan. Kekuatan luluh dan tarik tertinggi diperlihatkan oleh material yang mengalami aging pada suhu 230?C sebesar 235, 35 MPa dan 255,55 MPa. Demikian juga dengan kekuatan bending tertinggi yang diperlihatkan oleh material aging 230?C sebesar 591, 9 MPa. Hal ini disebabkan karena aging menyebabkan tumbuhnya presipitat yang halus dan rapat yang mampu menghalangi pergerakan dislokasi sehingga material menjadi keras.
No other version available