ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS GTAW PADA ALUMUNIUM 6061
Bookmark Share

Text

PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT (PWHT) TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS GTAW PADA ALUMUNIUM 6061

ADE FIKHRI - Personal Name; Kurnia Hastuti - Personal Name;

Alumunium seri 6061 banyak digunakan dalam industri lepas pantai termasuk dalam proses pembuatan kapal dengan menggunakan pengelasan TIG. Namun pada pengelasan alumunium 6061 memiliki kelemahan yaitu adanya kemungkinan terjadinya retak panas (hot crack). Setelah proses pengelasan terdapat tegangan sisa di daerah Heat Affected Zone (HAZ) yang dapat menyebabkan terjadinya deformasi serta perubahan sifat mekanis, dan struktur metalurgi. Untuk mengembalikan kekuatan sambungan las diperlukan proses perlakuan panas pasca pengelasan yaitu Post Weld Heat Treatment (PWHT), salah satunya yaitu proses penuaan buatan (Artificial Aging). Bertujuan untuk melunakkan daerah Heat Affected Zone (HAZ), menambah ketangguhan daerah las, serta menghilangkan tegangan sisa yang tersisa pada proses pengelasan dan meningkatkan sifat mekanik material, terutama kekerasan dan kekuatan tarik. Pada penelitian ini dilakukan PWHT dengan variasi temperatur aging 140?C, 180?C dan 230?C dengan holding time selama 4 jam. Sebelum dilakukannya proses aging material terlebih dahulu diberi Solution Treatment pada temperatur 540?C holding time selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa aging dapat meningkatkan kekuatan luluh, kekuatan Tarik dan kekuatan bending material yang turun akibat pengelasan. Kekuatan luluh dan tarik tertinggi diperlihatkan oleh material yang mengalami aging pada suhu 230?C sebesar 235, 35 MPa dan 255,55 MPa. Demikian juga dengan kekuatan bending tertinggi yang diperlihatkan oleh material aging 230?C sebesar 591, 9 MPa. Hal ini disebabkan karena aging menyebabkan tumbuhnya presipitat yang halus dan rapat yang mampu menghalangi pergerakan dislokasi sehingga material menjadi keras.


Availability
#
Teknik Mesin (Fakultas Teknik) Location name is not set
ETD3436II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
-
Language
Indonesia
NPM
213310029
Publisher
Teknik Mesin : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Kata Kunci : Alumunium 6061, Pengelasan, Retak Pan
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?