Text
IMPLEMENTASI JARINGAN RT-RW NET DAN MODEL MACHINE LEARNING UNTUK MEMPREDIKSI KECEPATAN INTERNET DI PERUMAHAN GRIYA SETIA PERMAI MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTERBOARD
Penelitian ini mengimplementasikan jaringan RT-RW NET di Perumahan Griya Setia Permai, Kabupaten Kampar, untuk mengatasi kesenjangan digital dan keterbatasan infrastruktur internet tetap pada 35 rumah tangga yang sebelumnya bergantung pada jaringan GSM tidak stabil dengan biaya Rp150.000-Rp200.000 per bulan. Implementasi menggunakan Mikrotik RouterBoard RB941-2nD sebagai gateway utama dengan topologi point-to-multipoint (PTMP) yang mengelola koneksi 100 Mbps dari ISP MyRepublic dan mendistribusikannya melalui empat unit Tenda CPE 03 di berbagai zona dengan sistem manajemen bandwidth menggunakan Simple Queue dan Per Connection Queue (PCQ). Pengujian komprehensif selama empat minggu pada berbagai periode waktu menunjukkan performa jaringan yang stabil dengan throughput rata-rata 4.8-9.8 Mbps (download) dan 3.4-7.2 Mbps (upload), melampaui target 2-3 Mbps per rumah, serta parameter QoS excellent dengan latency 11-28 ms, packet loss 0.1-1.4%, dan jitter 4-16 ms. Integrasi model machine learning menggunakan Logistic Regression menghasilkan akurasi 97% dalam memprediksi kategori kecepatan internet dengan precision dan recall sempurna pada beberapa kategori, memfasilitasi manajemen bandwidth proaktif berdasarkan pola utilisasi yang bervariasi dari 22% hingga 92%. Secara ekonomi, model RT-RW NET mencapai efisiensi signifikan dengan mengurangi biaya per rumah tangga menjadi Rp12.000-Rp15.000 per bulan (hemat 90%), serta investasi awal Rp8.950.000 dapat dikembalikan dalam 14 bulan, membuktikan bahwa Mikrotik RB941-2nD mampu mengelola jaringan komunitas skala kecil-menengah secara efektif dan berkelanjutan.
No other version available