Art Original
ANALISIS AGROINDUSTRI TAHU PADA USAHA BAPAK SUPARDI DI DESA JAYAPURA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU
Septia Miratun Nasiha (194210167), Analisis Agroindustri Tahu Pada Usaha Bapak Supardi di Desa Jayapura Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau di Bawah Bimbingan Bapak Dr. Azharuddin M. Amin, M. Sc Usaha agroindustri tahu Bapak Supardi sudah lama dijalankan sejak tahun 2011 hingga sekarang. Permsalahan yang dihadapi dalam menjalan usaha tersebut adalah mahal bahan baku akibat peningkatan harga kedelai dan rendahnya kapasitas teknologi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Menganalisis karakteristik pengusaha dan profil usaha agroindustri tahu bapak Supardi (2) Menganalisis penggunaan faktor produksi, bahan baku dan penunjang, teknologi pengolahan pada usaha agroindustri tahu. (3) Menganalisis proses produksi, biaya produksi, produksi, harga, pendapatan, efisiensi usaha dan niali tambah pada usaha agroindustri tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bertempat di Desa Jayapura Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau selama 6 bulan mulai September 2024 sampai Februari 2025. Teknik pengambilan responden menggunakan teknik sengaja atau (purposive sampling) yaitu pengusaha. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan analisis manajemen usaha serta analisis metode Hayami. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Karakteristik Pengusaha tahu menunjukkan bahwa: berumur 44 tahun (produktif), lama pendidikan 12 tahun (setara SMA), pengalaman berusaha 14 tahun (tinggi), tanggungan keluarga sebanyak 4 orang. Profil Usaha menunjukan: usaha agroindustri tahu tergolong dalam usaha mikro, modal yang digunakan berasal dari modal sendiri (ekuitas), dan jumlah tenaga kerja sebanyak 2 orang. (2) Penggunaan faktor produksi menunjukan bahwa: lahan tempat usaha dengan ukuran 5x10 m², penggunaan tenaga kerja 1 orang dan 1 pemilik, modal awal pengusaha sebesar Rp.15.000.000, penggunaan bahan baku kedelai sebanyak 100 kg/proses produksi, bahan penunjang terdiri dari asam cuka 0,36 (mL), air 500 (Liter) dan bahan pendukung terdiri dari plastik PE 1(Kg), karet gelang 1(Ons), kayu bakar 1(M³), solar 5 liter, listrik 1,83 (Rp/kWh/Hari), teknologi pengolahan menggunakan mesin disel dan mesin pengiling. (3) Proses produksi: pemilihan, perendaman, pengilingan, perebusan, penyarigan, pencetakan, pemotonan, pendinginan, pengemasan, biaya produksi Rp.1.527.919/proses produksi, produksi sebanyak 100kg /proses produksi, harga Rp.7.315/kg, pendapatan kotor sebesar Rp.2.048.200/produksi, pendapatan bersih sebesar Rp.531.207/proses produksi, efisiensi usaha yaitu 1,35, nilai tambah sebesar Rp.7.660/kg keuntungan pengusaha sebesar 0,37%.
No other version available