Text
KAJIAN TERHADAP RUANG PUBLIK DALAM MENAMPUNG WISATAWAN FESTIVAL BAKAR TONGKANG DI BAGANSIAPIAPI
Festival Bakar Tongkang merupakan salah satu event budaya terbesar di Kabupaten Rokan Hilir yang setiap tahunnya menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Lonjakan jumlah pengunjung yang sangat tinggi selama festival berdampak pada kapasitas ruang publik yang digunakan sebagai lokasi kegiatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran dan fungsi ruang publik yang digunakan dalam penyelenggaraan Festival Bakar Tongkang serta menghitung daya dukung kawasan terhadap jumlah wisatawan yang hadir. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan metode Cifuentes (1992) yang diadaptasi oleh Lutfi Muta’ali (2012) melalui tiga tahapan: Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), dan Effective Carrying Capacity (ECC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik pada kawasan festival memiliki fungsi utama sebagai ruang ritual, ruang sosial budaya, dan ruang upacara puncak. Berdasarkan perhitungan, diperoleh nilai PCC sebesar 791 orang/hari, RCC sebesar 225 orang/hari, dan ECC sebesar 225 orang/hari. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kapasitas ruang publik di kawasan Festival Bakar Tongkang masih tergolong rendah akibat keterbatasan akses jalan serta kekurangan fasilitas pendukung, terutama toilet. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas infrastruktur dan pengaturan sirkulasi pengunjung agar penyelenggaraan festival dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengelolaan ruang publik pada event budaya berskala besar.
No other version available