Text
Analisis Pengaruh Kemiringan Lahan Terhadap Laju Infiltrasi Studi Kasus : Kawasan Jalan Yung Tiar, Kulim, Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru, khususnya wilayah Jalan Yung Tiar, Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, sering mengalami genangan saat musim hujan. Hal ini disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan, kemiringan lahan pada kawasan sekitar, serta tidak adanya sistem drainase yang memadai. Selain itu, kemiringan lahan yang bervariasi turut memengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air atau laju infiltrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan lahan terhadap laju infiltrasi guna memahami seberapa besar kontribusinya dalam mengendalikan limpasan permukaan dan potensi genangan air di kawasan tersebut. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer menggunakan alat Double Ring Infiltrometer untuk mengukur laju infiltrasi di lapangan, serta analisis data sekunder seperti curah hujan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III. Data kemiringan lahan diperoleh melalui aplikasi ArcGIS, sedangkan perhitungan laju infiltrasi menggunakan metode Horton. Analisis dilakukan pada empat kelas kemiringan lahan, yaitu 0-2%, 2-7%, 7-15%, dan 15-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi terjadi pada kemiringan 0-2% sebesar 51,380 cm/jam, 2-7% sebesar 30,306 cm/jam, 7-15% sebesar 15,206 cm/jam, dan pada kemiringan 15-30% sebesar 5,839 cm/jam. Dari hasil laju infiltrasi dapat dilihat laju infiltrasi tertinggi terjadi pada kemiringan 0-2% sebesar 51,380 cm/jam, sedangkan infiltrasi terendah terjadi pada kemiringan 15-30% sebesar 5,839 cm/jam. Selain kemiringan lahan, tutupan lahan yang tidak tertutup dan lahan yang tertutup juga memengaruhi laju infiltrasi. Semakin curam kemiringan lahan, semakin rendah laju infiltrasi.
No other version available