Text
PENGARUH PENAMBAHAN SUKROSA TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA BACILLUS SP. UNTUK PENURUNAN VISKOSITAS MINYAK BERAT SEBAGAI ALTERNATIF MEOR
Target produksi minyak Indonesia pada tahun 2030 ditetapkan sebesar 1 juta BOPD. Salah satu metode yang ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR), yaitu teknik yang memanfaatkan mikroorganisme dan produk metabolitnya seperti biosurfaktan, biopolimer, asam organik, pelarut, biogas, dan enzim yang berperan dalam mengubah sifat batuan reservoir, mengurangi viskositas minyak berat, mengemulsikan minyak, memberi tekanan reservoir, dan melarutkan minyak sisa diyakini mampu memberikan peningkatan perolehan minyak. Pada penelitian ini dilakukan pengujian penambahan sukrosa untuk melihat pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja Bacillus sp dalam menurunkan viskositas minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui temperatur dan konsentrasi sukrosa yang optimal terhadap efektivitas kinerja Bacillus sp. dalam menurunkan viskositas minyak berat, serta perubahan pH dan karakteristik gugus fungsi. Konsentrasi bakteri yang digunakan sebesar 15% serta konsentrasi sukrosa yang digunakan sebesar 5%, 10%, 15% dan 20%. Penelitian ini terdiri dari tiga proses yaitu pengujian viskositas minyak berat yang diukur menggunakan redwood viscometer, pengujian pH serta pengujian FTIR. Inkubasi dilakukan dalam water bath selama 72 jam pada temperatur 60?°C 70?°C dan 80?°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel mengalami penurunan viskositas sebesar 70.65% dari viskositas awal sebesar 2.64 cP pada strain Bacillus sp. A dengan penambahan sukrosa 5% dengan kondisi optimum pH 6.80 pada temperatur 70?°C. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa aditif sukrosa berpengaruh terhadap efektivitas kinerja Bacillus sp. dalam menurunkan viskositas minyak berat sebagai alternatif MEOR.
No other version available