Text
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung Manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1.) karakteristik petani dan profil usahahatani. 2.) penggunaan faktor produksi, biaya produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani. 3.) faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani jagung manis di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yang dimulai dari Januari sampai Juni 2025 yang berlokasi di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Pemilihan lokasi berdasarkan karena Kecamatan Tambang sebagian besar penduduknya berusahatani jagung manis sebagai sumber pendapatannya. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petani jagung manis di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Fungsi yang digunakan yaitu fungsi Cobb Douglas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis regresi non linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Karakteristik petani jagung manis di Kecamatan Tambang adalah rata-rata umur 52 tahun artinya usia produktif, rata-rata lama Pendidikan petani yaitu 9 tahun (SMP), rata-rata pengalaman berusahatani yaitu 12,9 tahun dan rata-rata jumlah anggota keluarga petani 4 orang. Sedangkan profil usahatani jagung manis meliputi luas lahan 1 ha, status lahan yaitu milik sendiri, rata-rata modal usaha yaitu Rp. 8.910.000 garapan/MT, produksi yaitu 3.833 kg/garapan, dan produktivitas yaitu 8.442 kg/luas lahan. 2.) Biaya produksi diperoleh sebanyak Rp. 8.193.118 garapan/MT, penerimaan diperoleh petani di Kecamatan Tambang yaitu sebanyak Rp. 17.978.000 garapan/MT, pendapatan diperoleh petani di Kecamatan Tambang sebanyak 9.784.882 garapan/MT, diperoleh RCR (revenue cost ratio) sebesar 2,04 artinya usahatani di Kecamatan Tambang layak untuk diusahakan. 3.) faktor-faktor yang mempengaruhi peoduksi jagung manis yaitu secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung manis. Secara parsial, variabel luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan penggunaan benih menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat produksi. Sementara itu, variabel penggunaan pupuk (Urea, NPK, dan Dolomit) dan penggunaan pestisida tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi penggunaan input produksi, khususnya lahan, pupuk, dan benih unggul, menjadi kunci dalam peningkatan produktivitas jagung manis di wilayah penelitian. Oleh karena itu, disarankan agar petani didorong untuk menerapkan teknologi budidaya yang lebih efisien serta mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam hal penyediaan sarana produksi dan pelatihan.
No other version available