Text
PENGARUH ADITIF NaCl TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA BAKTERI BACILLUS CEREUS DARI PERAKARAN KELAPA SAWIT DAN CABAI DALAM MENURUNKAN VISKOSITAS MINYAK BERAT SEBAGAI ALTERNATIF MEOR
Peningkatan kebutuhan energi dan menurunnya produksi minyak ringan mendorong pemanfaatan minyak berat melalui MEOR. Penelitian ini mengevaluasi kemampuan Bacillus cereus dari perakaran kelapa sawit dan cabai dalam menurunkan viskositas minyak berat pada temperatur 40°C, 50°C, dan 60°C dengan variasi NaCl. Kedua bakteri mampu menurunkan viskositas, dengan hasil optimal pada NaCl 15% pada temperatur 50°C, bakteri perakaran kelapa sawit dari 6.04 cp menjadi 3.34 cp dan bakteri perakaran cabai hingga 3.03 cp. Konsentrasi NaCl 20% menghambat metabolisme akibat tekanan osmotik, sedangkan 60°C menurunkan aktivitas bakteri, meskipun NaCl membantu stabilitas termal. Nilai pH berada pada 6–7, berkaitan dengan produksi metabolit asam. Bacillus cereus dari perakaran cabai menunjukkan pertumbuhan terbaik pada temperatur 50°C dengan NaCl 15% dalam menurunkan viskositas minyak berat sebesar 50%. FTIR menunjukkan perubahan gugus O-H dan C-H yang mengindikasikan aktivitas biosurfaktan. Secara keseluruhan, Bacillus cereus dengan NaCl 15% merupakan kombinasi paling efektif dalam menurunkan viskositas minyak berat melalui MEOR.
No other version available