Text
Analisis keterjangkauan fasilitas Puskesmas di Kota Pekanbaru menggunakan Network Analysis
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Pekanbaru menyebabkan permasalahan dalam pemerataan akses terhadap fasilitas kesehatan, terutama puskesmas sebagai layanan dasar masyarakat. Sebaran puskesmas yang belum merata, infrastruktur jalan yang belum optimal, serta persebaran permukiman yang tidak seimbang menimbulkan wilayah yang sulit menjangkau pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterjangkauan fasilitas puskesmas di Kota Pekanbaru secara spasial, menilai pola persebaran, serta mengidentifikasi wilayah yang belum terlayani secara optimal sebagai dasar perencanaan pemerataan fasilitas kesehatan. Sasaran penelitian mencakup: (1) mengidentifikasi pola sebaran puskesmas di Kota Pekanbaru; (2) menganalisis keterjangkauan puskesmas berdasarkan jarak dan waktu tempuh; serta (3) menentukan kebutuhan tambahan fasilitas puskesmas untuk wilayah yang belum terlayani. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan model Network Analysis. Data penelitian meliputi lokasi 20 puskesmas, jaringan jalan, serta 345 titik permukiman yang diperoleh melalui kombinasi metode purposive dan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan pola persebaran puskesmas tergolong acak (R = 1,65). Luas area pelayanan yang terjangkau dalam radius 3.000 meter mencapai 272,12 km² atau 42,58% dari total luas kota, sedangkan 366,89 km² (57,42%) wilayah belum terlayani optimal. Rata-rata waktu tempuh menuju puskesmas adalah 24–60 menit dengan kecepatan 50 km/jam. Berdasarkan proyeksi tahun 2045, Kota Pekanbaru membutuhkan tambahan 15 unit puskesmas agar akses pelayanan merata di seluruh wilayah.
No other version available