Text
PENGARUH VARIASI METAKAOLIN SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DAN CANGKANG BIJI KARET SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR PADA KUAT TEKAN BETON
Beton merupakan campuran dari semen, agregat halus, agregat kasar, dan air yang memiliki sifat struktural kuat dan banyak digunakan dalam dunia konstruksi. Seiring meningkatnya kebutuhan beton, inovasi diperlukan guna mengatasi permasalahan biaya dan ketersediaan bahan baku. Salah satu inovasi adalah pemanfaatan bahan alternatif seperti metakaolin sebagai pengganti sebagian semen dan cangkang biji karet sebagai pengganti sebagian agregat kasar. Metakaolin memiliki sifat pozzolan dan mampu meningkatkan kerapatan serta kekuatan beton. Sementara itu, cangkang biji karet merupakan limbah perkebunan yang berpotensi digunakan sebagai agregat kasar alternatif karena teksturnya yang keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi metakaolin dan cangkang biji karet terhadap kuat tekan beton. Variasi metakaolin yang digunakan sebesar 0%, 8%, 12%, dan 16% dari berat semen, sedangkan cangkang biji karet digunakan sebesar 5% dari berat agregat kasar. Campuran beton direncanakan dengan mutu f’c 25 MPa. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm setelah umur beton mencapai 28 hari. Metode penelitian mengacu pada SNI 7656:2012. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan metakaolin dapat meningkatkan kuat tekan beton hingga variasi tertentu, dengan hasil optimum pada variasi 12% metakaolin dan 5% cangkang biji karet. Namun, penambahan metakaolin yang terlalu tinggi menyebabkan penurunan kekuatan tekan. Beton dengan campuran 12% metakaolin dan 5% cangkang biji karet memberikan kuat tekan tertinggi sebesar 30,9 MPa, yang menunjukkan bahwa bahan substitusi tersebut dapat digunakan sebagai alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memenuhi kekuatan beton struktural yang disyaratkan.
No other version available