Text
SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN BERDASARKAN PENDEKATAN TEORI NEIGHBORHOOD UNIT DI KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU
Pemerataan fasilitas pendidikan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan. Namun, ketimpangan distribusi fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pinggiran masih menjadi permasalahan yang signifikan, termasuk di Kota Pekanbaru. Kecamatan Rumbai, dengan pertumbuhan penduduk yang pesat dan kepadatan yang bervariasi di setiap kelurahan, menjadi contoh kawasan yang memerlukan terhadap ketersediaan, jarak jangkauan, dan tingkat pelayanan fasilitas pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola distribusi fasilitas pendidikan tingkat SMA/sederajat di Kecamatan Rumbai, menganalisis kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan pada jenjang tersebut, serta mengevaluasi jarak jangkauan pelayanan sekolah dengan menggunakan pendekatan Neighborhood Unit, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai ketersediaan, pemerataan, dan aksesibilitas fasilitas pendidikan di wilayah penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Teori Neighborhood Unit yang menekankan keterjangkauan fasilitas pendidikan dalam jarak berjalan kaki, didukung oleh analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data primer diperoleh melalui survei lapangan untuk pengambilan koordinat lokasi SMA/SMK, sedangkan data sekunder berasal dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan metode buffering untuk memetakan wilayah terlayani dan tidak terlayani, perhitungan rasio daya tampung berdasarkan SNI 03-1711-2004, serta proyeksi kebutuhan fasilitas pendidikan hingga tahun 2044. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran SMA/SMK di Kecamatan Rumbai sebesar 0,65 dan tergolong mengelompok pada kelurahan tertentu, sehingga masih terdapat wilayah yang belum terlayani sesuai standar jangkauan. Tingkat pelayanan fasilitas pendidikan belum sepenuhnya memenuhi ketentuan SNI, terutama pada area dengan kepadatan penduduk tinggi. Proyeksi penduduk mengindikasikan perlunya penambahan 26 unit sekolah baru hingga tahun 2044 pada beberapa kelurahan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan di masa depan.Dan hasil analisis jarak jangkauan pelayanan menunjukan sebagian besar wilayah termasuk dalam kategori jauh (1.200 - 3.000 meter). Penelitian ini merekomendasikan perencanaan pembangunan sekolah yang berbasis data spasial dan proyeksi demografis guna mendukung pemerataan akses pendidikan secara berkelanjutan.
No other version available