Text
MENGANALISIS PERBANDINGAN HASIL WATER TREATMENT MENGGUNAKAN FILTER GRAPHENE OXIDE NANOSHEETS DAN CANGKANG KEMIRI UNTUK PENGGUNAAN INJEKSI AIR
Dalam proses produksi minyak bumi, air yang ikut terproduksi harus melalui tahapan treatment sebelum dapat digunakan kembali sebagai air injeksi. Proses ini penting untuk mencegah timbulnya masalah korosi dan pembentukan scale pada peralatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas media filtrasi Graphene Oxide Nanosheets (GONs) dan karbon cangkang kemiri (KCK) dalam water treatment air terproduksi. GONs disintesis dengan metode Hummer’s dan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Ultraviolet Visible (UV-Vis), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan X-Ray Diffraction (XRD), sedangkan KCK diuji melalui kadar air dan kadar abu. Hasil filtrasi menunjukkan bahwa penggunaan GONs menghasilkan pH 8,96, Turnidity 6,76 NTU, oil content 8,25 mg/L, dan Fe 0,159 mg/L. Sementara itu, penggunaan KCK memberikan pH 8,10, Turnidity 4,60 NTU, oil content 7,54 mg/L, dan Fe 0,105 mg/L. Kedua media filtrasi terbukti mampu menurunkan kadar kontaminan hingga memenuhi standar baku mutu air injeksi. Berdasarkan perhitungan Stability Index (SI) menggunakan metode Stiff & Davis, nilai SI setelah treatment dengan GONs berkisaran di angka 0-1 yaitu 0,249 yang menunjukkan bahwa air sedikit jenuh dan kemungkinan terbentuknya scale sangat kecil. Dengan KCK -0,905 >0 menandakan dia tidak terbentu scale. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya efektif dalam menurunkan potensi pembentukan scale CaCO.
No other version available