Text
EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK JAMUR INDIGENOUS LIMBAH TANDAN KOSONG DAN PELEPAH SAWIT TERHADAP JAMUR Ganoderma boninense SECARA IN-VITRO
Penelitian dengan judul “Efektifitas Daya Hambat Ekstrak Jamur Indigenous Limbah Tandan Kosong dan Pelepah Sawit terhadap Jamur Ganoderma boninense Secara In-Vitro”. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Perikanan Fakultas Pertanian, pada bulan April hingga Juli 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat beberapa ekstrak jamur indigenous terhadap pertumbuhan jamur Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 20 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 60 satuan percobaan. Ekstrak yang digunakan yaitu jamur Volvariella volvacea, Marasmius sp., S. commune, dan Pycnopurus sanguineus dengan konsentrasi 0%, 6%, 9%, 12%, dan 15%. Parameter yang diamati yaitu diameter koloni, laju pertumbuhan, persentase daya hambat dan karakteristik makrokopis. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jamur indigenous limbah tandan kosong dan pelepah sawit secara umum mampu menghambat diameter koloni, laju pertumbuhan, dan persentase daya hambat pada konsentrasi 15%. Namun pada semua parameter yang diamati pada penelitian ini memperoleh hasil terbaik penghambatan pada perlakuan ekstrak Marasmius sp. dengan konsentrasi 9% yang mampu membunuh jamur Ganoderma boninense. Dengan demikian, ekstrak jamur indigenous memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai fungisida alami untuk menghambat pertumbuhan jamur Ganoderma boninense patogen penyebab busuk pangkal batang pada tanaman sawit.
No other version available