Text
GAMBARAN EMPATI ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (ABH) DI SENTRA ABISEKA PEKANBARU
Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) umumnya memiliki tingkat empati yang rendah akibat pengaruh keluarga, lingkungan pergaulan, dan kondisi sosial-ekonomi. Sentra Abiseka Pekanbaru berperan dalam memberikan pembinaan untuk membantu perkembangan psikososial mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran empati ABH yang menjalani pembinaan di Sentra Abiseka. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tiga informan berusia 16–17 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, lalu dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat empati informan bervariasi. Sebagian informan kurang mampu memahami perasaan orang lain, sulit menempatkan diri, dan jarang menunjukkan perilaku prososial. Faktor yang memengaruhi empati meliputi pola asuh, kemampuan kognitif, serta mood dan feeling. Pembinaan di Sentra Abiseka membantu beberapa informan menunjukkan peningkatan empati.
No other version available