Text
Gambaran Perilaku Memaafkan Dalam Konteks Keluarga Broken Home: Studi Fenomologi Psikologi Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku memaafkan dalam konteks keluarga broken home dengan pendekatan fenomenologi dalam perspektif psikologi Islam. Pemaafan dipahami sebagai proses psikologis yang kompleks yang melibatkan aspek afektif, kognitif, dan interpersonal. Subjek penelitian ini adalah tiga orang mahasiswi yang berasal dari keluarga broken home dan tinggal bersama keluarga besar setelah perceraian orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur, serta menggunakan metode triangulasi untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku memaafkan dipengaruhi oleh motivasi untuk menghindar, keinginan membalas dendam, dan kebaikan hati (benevolence), serta peran nilai-nilai keagamaan Islam yang mendalam dalam membentuk sikap memaafkan. Temuan ini menunjukkan bahwa proses memaafkan bukan hanya melibatkan pengalaman emosional, tetapi juga merupakan bentuk kedewasaan spiritual dan penguatan identitas diri dalam menghadapi konflik keluarga
No other version available