Text
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau
SURIYANTI (194210034). Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Di Bawah Bimbingan Ibu Ilma Satriana Dewi, SP., M. Si. Desa Kedabu Rapat merupakan salah satu desa penghasil kopi liberika di Kecamatan Rangsang Pesisir. Usaha kopi liberika di daerah tersebut dilakukan secara tradisional oleh petani sehingga hasilnya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan profil usahatani, menganalisis usahatani kopi liberika, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pada usahatani kopi liberika dan merumuskan strategi untuk pengembangan usahatani kopi liberika. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan di Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti dari bulan Januari 2024 sampai Juni 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive (sengaja) dengan pertimbangan petani yang dijadikan sampel adalah petani yang memiliki luas lahan 1-1,5 ha. Petani yang memiliki luas lahan 1 hektare sebanyak 27 orang, sedangkan petani yang memiliki luas lahan sebanyak 1,5 hektare 6 orang petani. sebanyak 33 orang petani. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Rata-rata umur petani kopi liberika pada usia produktif yaitu 45,84 tahun, lama pendidikan 6 tahun (setara SD), pengalaman berusaha tani 20 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 2-3 jiwa. Luas lahan kopi liberika yang dikelola petani adalah rata-rata 1 hektar, jumlah tanaman kopi yang dibudidayakan rata-rata 834 batang per hektar, dan rata-rata produksi kopi yang dihasilkan petani sebanyak 1.348 ton/ha/tahun. Penggunaan biaya total variabel Rp. 12.467.398/ha/tahun, untuk biaya tetap sebanyak Rp. 1.033.898 Pendapatan kotor petani petani sebanyak Rp. 15.638.848/ha/tahun sedangkan pendapatan bersih sebanyak Rp. 11.540.445/ha/tahun dengan efisiensi usahatani 1,16 yang artinya usaha layak untuk dikembangkan. Hasil analisis pada matriks SWOT ini terletak pada kuadran I yaitu strategi SO dengan rumusan strategi sebagai berikut: Dengan pengalaman berusahatai yang lama dapat meningkatkan produksi dalam memenuhi permintaan ekspor kopi liberika yang tinggi (S1,O1), Adanya potensi keuntungan yang tinggi dapat menjalin kerjasama dengan antar kelompok tani, pedagang pengumpul, dan kunjungan dari berbagai kelas sosial sehingga memperluas peluang pasar (S2,O2,O3,O4), Perbaikan lahan pertanian yang merupakan milik sendiridan melakukan perawatannya secara berkala untuk menarik pengunjung dari berbagai kelas sosial untuk memberi modal usaha karena potensi keuntungan yang budidaya kopi liberika (S5,S2,O4).
No other version available