Text
Studi Screening Pemanfaatan Bakteri Bacillus dari Perakaran Kelapa Sawit Dalam Menurunkan Viskositas Minyak Berat Sebagai Aplikasi MEOR
Peningkatan minyak dapat ditingkatkan melalui penemuan sumur baru atau menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Namun, beberapa sumur tua memiliki jenis minyak yang berat dan viskositas tinggi sehingga sulit untuk diekstraksi. Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengatasi masalah ini dengan melibatkan mikroba untuk menurunkan viskositas minyak serta meningkatkan produksi minyak. Bacillus merupakan bakteri yang umum digunakan pada metode MEOR, dimana perakaran kelapa sawit menjadi salah satu sumber nutrisi bagi bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis studi screening pemanfaatan bakteri Bacillus terhadap penurunan viskositas serta membandingkan bakteri perakaran sawit yang paling efektif dalam menurunkan viskositas. Penelitian ini menggunakan empat bakteri dari perakaran kelapa sawit yaitu Bacillus cereus, Bacillus pacificus, Bacillus wiedmannii, dan Bacillus paramycoide dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 25%, serta temperatur 40°C, 50°C, dan 60°C. Proses penelitian ini di mulai dari tahap peremajaan bakteri, masa inkubasi bakteri serta uji anaerob, pengujian pH, pengujian viskositas, dan pengujian FTIR. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa bakteri Bacillus Wiedmanni dan Bacillus Pacificus dengan konsentrasi 15% paling efektif dalam menurunkan viskositas minyak berat dengan persentasi penurunan sebesar 48,1%
No other version available