Text
PENGARUH KOMBINASI LIMBAH INDUSTRI PERKEBUNAN DAN LIMBAH TERNAK SAPI DENGAN PERSENTASE BERBEDA SEBAGAI MEDIA KULTUR TERHADAP PRODUKSI DAN KADAR PROTEIN MAGGOT (Hermetia illucens)
Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari yang dimulai pada bulan Januari hingga Maret 2025 di Balai Benih Ikan (BBI) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi limbah industri perkebunan dan limbah ternak sapi terhadap produksi dan kandungan protein maggot (Hermetia illucens). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dengan 3 ulangan yaitu, P1 = Bungkil sawit (25%)+ ampas sagu (25%)+ kotoran sapi (25%)+rumen sapi (25%), P2 = Bungkil sawit (25%)+ ampas sagu (25%)+ kotoran sapi (50%)+rumen sapi (0%), P3 = Bungkil sawit (25%)+ ampas sagu (25%)+ kotoran sapi (0%)+rumen sapi (50%), P4 = Bungkil sawit (50%)+ ampas sagu (0%)+ kotoran sapi (25%)+rumen sapi (25%), P5 = Bungkil sawit (0%)+ ampas sagu (50%)+ kotoran sapi (25%)+rumen sapi (25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak karena ada pengaruh kombinasi limbah industri perkebenunan dan limbah ternak sapi dengan persentase berbeda sebagai media kultur terhadap pertumbuhan dan kadar protein maggot. Perlakuan terbaik yaitu P2 dengan pertumbuhan berat sebesar 0,297 gr, pertumbuhan panjang sebesar 1,81 cm, laju pertumbuhan harian sebesar 0,00363% dan mendapatkan jumlah produksi sebesar 1020 gr. Hasil uji kandungan protein media kultur yaitu 19,88%, sedangkan kandungan protein maggot sebesar 21,46%. Parameter lingkungan selama penelitian yaitu rata-rata suhu 35,03oC, kelembapan 80,41% dan pH 6,40.
No other version available