Text
PENGARUH PENAMBAHAN NaCl TERHADAP KONSENTRASI MICROBA PADA KINERJA BAKTERI BACILLUS SP DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA DALAM MENURUNKAN VISKOSITAS MINYAK BERAT SEBAGAI ALTERNATIF MEOR
Peningkatan produksi minyak bumi dengan menggunakan metode Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) telah menjadi solusi yang inovatif dan efektif dalam mengatasi penurunan hasil produksi pada lapangan minyak yang sudah tua. Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme, khususnya bakteri dari genus Bacillus, dan pseudomonas yang memiliki kemampuan untuk menurunkan viskositas minyak sehingga aliran minyak dari dalam reservoir ke permukaan menjadi lebih lancar. Dengan pendekatan ini, MEOR tidak hanya menawarkan metode yang ramah lingkungan, tetapi juga memberikan potensi peningkatan produksi minyak yang signifikan tanpa memerlukan peralatan atau teknologi yang rumit dan mahal. Penelitian ini dilakukan dengan menguji pengaruh penambahan NaCl pada berbagai konsentrasi bakteri untuk menentukan kondisi terbaik dalam menurunkan viskositas minyak. Tahapan penelitian mencakup proses peremajaan bakteri, pembuatan suspensi bakteri, inkubasi pada suhu yang berbeda, serta pengukuran parameter penting seperti pH dan viskositas minyak. Inkubasi dilakukan selama 12 hari menggunakan waterbath dengan variasi suhu 40?, 60?, dan 80?, untuk menggambarkan kondisi reservoir yang berbeda-beda. Selain itu, dilakukan analisis FTIR untuk mengamati perubahan kimiawi pada minyak setelah perlakuan dengan mikroba dan penambahan NaCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Bacillus SP. 7,5% dan NaCl 15% pada suhu 60°C memberikan penurunan viskositas paling optimal karena jumlah sel yang seimbang dan stabilitas fisiologis bakteri tetap terjaga. Penambahan NaCl berperan meningkatkan aktivitas metabolik bakteri melalui pengaturan tekanan osmotik dan stabilitas membran, sehingga produksi biosurfaktan dan metabolit berlangsung lebih efektif.
No other version available