Text
ANALISA ALAT PELELEH PLASTIK UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN TIGA VARIASI BAHAN BAKAR
Sampah plastik merupakan masalah lingkungan yang serius karena memberikan tekanan besar terhadap lingkungan, terutama dengan keadaan sampah plastik yang tidak terangkut dan terakumulasi di tempat-tempat terbuka maupun badan air. Pengolahan sampah plastik umumnya dilakukan dengan cara membakar, dibuang ke selokan, atau dibuang ke sungai, yang menimbulkan berbagai dampak negatif. Penelitian ini menganalisis alat peleleh plastik untuk pembuatan paving block dengan membandingkan tiga jenis bahan bakar: tempurung kelapa, gas LPG, dan oli bekas. Tujuan penelitian adalah mengetahui efisiensi pembakaran dan hasil pelelehan plastik jenis PP dan LDPE pada suhu 150°C, 200°C, dan 250°C. Metode penelitian meliputi pengujian pelelehan plastik dengan menghitung efisiensi pembakaran dan efisiensi hasil lelehan plastik. Hasil penelitian menunjukkan tempurung kelapa memiliki efisiensi pembakaran tertinggi (40,94% untuk PP dan 92,22% untuk LDPE pada 250°C) dan efisiensi pelelehan tertinggi (53,4% untuk PP dan 54,8% untuk LDPE). Gas LPG memiliki efisiensi terendah, sedangkan oli bekas berada di antara keduanya. Peningkatan suhu meningkatkan efisiensi secara signifikan. Tempurung kelapa direkomendasikan sebagai bahan bakar optimal untuk proses pelelehan plastik dalam pembuatan paving block karena memberikan efisiensi tinggi, ketersediaan melimpah, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengelolaan limbah plastik melalui teknologi daur ulang yang efisien dan berkelanjutan, sekaligus menawarkan solusi praktis untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
No other version available