Text
ANALISIS DAMPAK URBAN SPRAWL TERHADAP SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN PINGGIR, KABUPATEN BENGKALIS
Urban sprawl merupakan fenomena perluasan kawasan terbangun yang melampaui batas administratif wilayah tanpa perencanaan tata ruang yang memadai. Fenomena ini menjadi konsekuensi dari urbanisasi yang pesat serta perkembangan infrastruktur dan transportasi di kawasan peri-urban. Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi tekanan urban sprawl akibat posisinya yang strategis di jalur Lintas Sumatra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik urban sprawl dan menganalisis dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan analisis spasial, kuantitatif, dan kualitatif. Analisis spasial dilakukan melalui interpretasi citra satelit tahun 2019–2024 untuk mengamati pola persebaran permukiman, perubahan penggunaan lahan, dan tingkat kepadatan bangunan. Sementara itu, analisis kuantitatif dilakukan dengan instrumen kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 100 responden, serta uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. Analisis kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan observasi lapangan, sehingga hasil penelitian mampu memberikan gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban sprawl di Kecamatan Pinggir berkembang dengan pola linear mengikuti jalur transportasi utama serta sporadis di sekitar desa-desa perkebunan. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman, perdagangan, dan industri berdampak pada berkurangnya ruang produktif. Dari sisi sosial, muncul perubahan struktur sosial masyarakat, menurunnya intensitas interaksi, serta potensi konflik akibat heterogenitas penduduk. Dari sisi ekonomi, urban sprawl mendorong pergeseran mata pencaharian dari sektor agraris ke sektor informal dan jasa, peningkatan pendapatan sebagian kelompok, namun juga ketidakmerataan kesejahteraan serta kenaikan biaya hidup. Oleh karena itu, urban sprawl di Kecamatan Pinggir dapat dipahami sebagai fenomena ganda yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
No other version available