Text
Studi Perbandingan Injeksi Kimia Berbasis Kombinasi Alkali-Surfactant Polimer Dalam Peningkatan Perolehan Minyak: Studi Simulasi Lapangan D Menggunakan CMG STARS
Setelah penerapan metode produksi primer dan sekunder, lapangan D masih menyisakan minyak dalam jumlah signifikan akibat tingginya viskositas minyak, kondisi batuan yang cenderung oil-wet, serta rasio mobilitas yang tidak menguntungkan (M > 1). Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini menerapkan chemical enhanced oil recovery (CEOR) menggunakan kombinasi Alkali–Surfaktan–Polimer, melalui simulasi CMG STARS. Bahan kimia yang digunakan meliputi alkali NaOH pada konsentrasi 1,0 wt% dan 2,0 wt%, surfaktan anionic linear alkyl benzene sulfonate dengan variasi 0,4 wt%, 0,8 wt%, dan 1,0 wt%, serta polimer xanthan gum pada konsentrasi 2000 ppm dan 2500 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi kinerja tiga skema injeksi kimia, yaitu Alkali–Polimer (AP), Surfaktan–Polimer (SP), dan Alkali–Surfaktan–Polimer (ASP), dalam meningkatkan recovery factor dan produksi minyak kumulatif pada reservoir sandstone di lapangan D dengan pola injeksi inverted five-spot. Pada skenario dasar (waterflooding), diperoleh recovery factor sebesar 56% dan produksi minyak kumulatif sebanyak 1.889.290 bbl. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario AP dengan kombinasi NaOH 1,0 wt% dan polimer 2500 ppm menghasilkan recovery factor 71% dan produksi kumulatif 2.426.330 bbl. Pada skenario SP, kombinasi surfaktan 0,8 wt% dan polimer 2500 ppm memberikan performa terbaik dengan recovery factor 75% serta produksi kumulatif 2.546.810 bbl. Sementara itu, kinerja tertinggi dicapai oleh skenario ASP menggunakan kombinasi NaOH 1,0 wt%, surfaktan 0,8 wt%, dan polimer 2500 ppm, yang menghasilkan recovery factor 84% dan produksi kumulatif sebesar 2.854.090 bbl. Peningkatan pada skenario ASP terjadi karena efek sinergis ketiga komponen kimia, di mana alkali membentuk surfaktan in-situ, surfaktan menurunkan tegangan antarmuka minyak–air, dan polimer meningkatkan viskositas fluida injeksi sehingga memperbaiki sweep efficiency. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ASP merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan perolehan minyak pada reservoir sandstone oil-wet dengan rasio mobilitas tinggi, serta pemanfaatan dari masing-masing bahan kimia memberikan hasil positif berupa tambahan minyak serta peningkatan recovery factor.
No other version available