Text
Analisis Simpangan Antar Lantai Pada Struktur Gedung Bertingkat Terhadapa Perubahan SNI 1726-2002 Menjadi SNI 1726-2019
Pembangunan gedung bertingkat yang dilakukan secara bertahap berpotensi terjadinya permasalahan struktur apabila jeda waktu pelaksanaan cukup panjang, terutama akibat perubahan beban dan perubahan peraturan sehingga mempengaruhi kapasitas struktur. Salah satu contohnya yaitu gedung Rumah Sakit yang berada di Pekanbaru. Pada saat perencanaan akan dibangun setinggi 9 lantai pada tahun 2008 dengan menggunakan SNI 2847-2002 dan SNI 1726-2002, namun baru dibangun setinggi 3 lantai saja pada tahun 2009. Rencana pembangunan dilanjutkan kembali pada tahun 2024 sesuai dengan perencanaan awal yaitu 9 lantai. Namun bangunan eksisting 3 lantai perlu diperhatikan apakah masih dapat dibangun 9 lantai sesuai dengan rencana dan desain awal atau malah terjadi pengurangan jumlah lantai dengan menggunakan peraturan terbaru. Sehingga perlu dilakukan analisis ulang terhadap kekuatan struktur menggunakan standar terbaru yaitu SNI 2847-2019 dan SNI 1726- 2019. Penelitian ini bertujuan menganalisis simpangan antar lantai (Story Drift) akibat dari penambahan jumlah lantai untuk mengetahui apakah struktur eksisting masih memenuhi batas simpangan yang diizinkan dan menentukan jumlah maksimum lantai yang dapat dibangun berdasarkan standar terbaru. Metode analisis menggunakan respons spektrum dengan permodelan bertahap mulai dari 3 lantai eksisting ditambah per satu lantai dengan bantuan software analisis struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa SNI 1726-2002 bangunan masih memenuhi batas simpangan hingga 9 lantai. Namun berdasarkan SNI 1726-2019 simpangan antar lantai melebihi batas yang diizinkan pada saat penambahan lantai ke-6, sehingga bangunan eksisting hanya aman dibangun hingga 5 lantai.
No other version available