Text
Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa Kelas 3 Di SD Negeri 85 Pekanbaru
Rendahnya minat baca siswa masih menjadi permasalahan mendasar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Meskipun Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sudah diterapkan di berbagai satuan pendidikan, pelaksanaannya belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang optimal. Penelitian bertujuan agar memahami pengaruh Gerakan Literasi Sekolah pada minat baca siswa kelas III di SD Negeri 85 Pekanbaru. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, di mana peneliti tidak memberikan perlakuan langsung, tetapi menganalisis hubungan antara variabel bebas (GLS) dengan variabel terikat (minat baca siswa). Sampel penelitian berjumlah 31 siswa. Data dianalisis memakai uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, serta analisis regresi sederhana melalui bantuan program SPSS 25 for Windows. Hasil penelitian menyatakan jika seluruh butir instrumen dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai. Hasil analisis regresi sederhana menyatakan jika Gerakan Literasi Sekolah berdampak signifikan pada minat baca siswa dengan nilai R Square signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, GLS memberikan kontribusi sebesar 60,3% terhadap peningkatan minat baca siswa, sedangkan 39,7% dipengaruhi faktor lain misalnya dukungan keluarga serta fasilitas literasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan GLS bukan cuma bergantung rutinitas kegiatan membaca, tetapi pada dukungan lingkungan belajar kondusif, variasi bahan bacaan yang menarik, serta peran guru dan orang tua didalam menumbuhkan budaya literasi di sekolah dan rumah.
No other version available