Text
Analisis kelayakan usaha rice miling unit (RMU) di desa tanjung sari kecamatan Kuala Cenaku kabupaten Indragiri hulu provinsi riau (studi kasus milik pak suryono)
Beras merupakan salah satu komoditi hasil pertanian tanaman pangan yang sangat strategis dan memiliki peran penting terhadap ketahanan pangan. Komoditi ini menjadi sangat penting karena beras dalam jangka pendek sulit untuk di subtitusikan dengan komoditi lain. Beras merupakan sumber utama karbohidrat dan protein, baik diperkotaan maupun pedesaan. Kabupaten Indaragiri Hulu merupakan salah satu kabupaten di Riau yang sebagian penduduknya menjadi petani. Tujuan pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1). Karakteristik pengusaha dan profil usaha rice milling unit 2). Kelayakan non finansial usaha rice milling unit 3). Kelayakan finansial usaha rice milling unit dan 4). Sensitivitas usaha rice milling unit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode studi kasus pada usaha penggilingan padi usaha milik Pak Suryono. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Sari Kecamatan Kuala Cinaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yang dimulai pada Januari 2024 – Juni 2024. Responden dalam penelitian ini yaitu Pak Suryono sebagai pemilik usaha. Usaha yang dijadikan objek penelitian ini adalah pengusaha yang aktif dan secara konsisten memproduksi beras. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Jenis data yang digunakan terdiri dari data deskriptif kuantitatif dan kualitatif, analisis usaha kriteria investasi (Net Present Value, Internal Rate of Return, BCR dan Payback Period) dan Sensitivitas. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pengusaha berumur produktif dengan umur 59 tahun, lama Pendidikan 6 tahun atau SD dengan pengalaman berusaha 32 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 4 orang. Usaha penggilingan padi ini termasuk usaha bersekala mikro, serta menggunakan teknologi moderen. Kelayakan non finansial menunjukan bahwa berdasarkan aspek teknis, aspek pasar dan pemasaran, aspek lingkungan, aspek manajemen layak untuk dijalankan. Selanjutnya hasil analisis kelayakan finansial menunjukan bahwa usaha penggilingan padi layak karena memenuhi 4 kriteria investasi dengan nilai NPV 486.185.522> 0, BCR 1,05 > 1, IRR 33,23% > tingkat suku bunga yang berlaku, dan Payback Period 4 Tahun 2 bulan 25 hari < umur usaha (15 tahun). Berdasarkan analisis sensitivitas usaha penggilingan padi, yang lebih sensitive terhadap pada penurunan harga jual dengan NPV 86.079.190 dengan persentase penurunannya yaitu senilai 82,29%. Maka IRR menjadi 17,59%, dengan persentase penurunan yaitu 15,64%. BCR menjadi 1,01 dengan persentase penurunan yaitu 0,04% PP selama 10 Tahun 2 bulan 9 hari.
No other version available