Text
ANALISIS PENERAPAN DISIPLIN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI CABANG DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI RIAU WILAYAH II RENGAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Disiplin Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau Wilayah II Rengat. Dalam penerapan disiplin kerja ESDM Wilayah II Rengat masih mengalami permasalahan. Salah satu permasalahan utamanya Persentase pegawai yang berkinerja di atas ekspektasi tetap stabil hanya di angka 1%, sedangkan pegawai yang berkinerja sesuai ekspektasi menurun dari 90% pada 2022 menjadi 85% pada 2024, sehingga tidak sesuai dengan capaian target yaitu 99%. tingkat kehadiran yang ada fluktuatif dan belum sepenuhnya karyawan berdisiplin untuk masuk kerja sebagai suatu kewajiban tanpa harus ada paksaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori Sinungan, yang meliputi indikator absensi, sikap dan perilaku serta tanggung jawab. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, sementara analisis data dilakukan secara deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai kejadian yang sesungguhnya atau yang sebenarnya tentang bagaimana Penerapan Disiplin Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau Wilayah II Rengat baik dari segi absensi, sikap dan perilaku,tanggung jawabnya serta hambatannya. Hasil penelitian tentang disiplin kerja di Cabang Dinas ESDM Wilayah II Rengat menunjukkan hambatan utama seperti beban kerja ringan, fasilitas kurang memadai, dan pergantian atasan sering membuat disiplin pegawai rendah. Pada absensi, kehadiran sering hanya formalitas tanpa komitmen nyata, dengan pegawai nongkrong atau pergi keluar karena tugas sedikit, meski sistem pencegah manipulasi ada. Sikap dan perilaku ditandai apati, malas, dan kurang inisiatif akibat rutinitas membosankan serta komunikasi buruk, meski harmoni permukaan terjaga. Tanggung jawab terganggu oleh pergantian atasan yang membuat pegawai ragu berkonsultasi, sehingga tugas sering telat, kerja sama tim lemah, dan pengembangan diri terhambat, akhirnya menghambat pembangunan daerah.
No other version available