Text
Otomasi Sistem Penetas Telur Berbahan Bakar Gas LPG Dengan Pengendalian Suhu dan Kelembapan
Pada umumnya, sebagian besar peternak ayam kampung masih menggunakan cara tradisional untuk menetaskan telur, hal tersebut akan menghambat perkembangan embrio dalam telur dan menyebabkan lahirnya anak ayam yang tidak sempurna (cacat), permasalahan ini dapat diberikan solusi dengan mengubah metode penetasan telur tradisional menjadi metode otomatis. Hasil studi pendahuluan dilapangan faktanya, sudah banyak terjual alat penetas telur di pasaran. Akan tetapi, pengontrolan alatnya masih dalam keadaan semi otomatis menyebabkan kerugian bagi peternak. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengatasi masalah tingginya jumlah kematian embrio yang merugikan bagi peternak. Caranya yaitu menganalisis kestabilan suhu pada mesin penetas telur dan posisi telur. Inkubator ini dibuat dari baja ringan dengan ketebalan 0.5 mm serta menggunakan tripleks dengan ketebalan 12 mm dan terintegrasi dengan komponen utama seperti termostat, pengatur waktu digital, dan sistem rak putar untuk mengontrol suhu dan kelembapan. Suhu inkubasi yang ideal dipertahankan pada 37°C–38°C dengan tingkat kelembapan 55%–60% selama periode ±21 hari. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inkubator berhasil mempertahankan kondisi lingkungan yang stabil, dan sebagian besar telur berhasil menetas. Analisis perpindahan panas dilakukan untuk menentukan kebutuhan energi, dengan LPG digunakan sebagai sumber pemanas utama. Hasilnya menunjukkan bahwa inkubator bekerja secara efisien, menawarkan solusi alternatif bagi peternak unggas pedesaan tanpa bergantung pada listrik. Saran melakukan pengujian lanjutan hingga tahap penetasan telur untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan hatchability dari sistem yang telah dirancang
No other version available