Text
KAJIAN IMPLIKASI BONUS DEMOGRAFI TERHADAP ASPEK KETENAGAKERJAAN SEKTOR PERDAGANGAN JASA DAN INDUSTRI DI KOTA PEKANBARU
Dividen demografi atau bonus demografi sendiri merupakan proses ketika suatu negara atau kawasan mengalami perubahan struktur usia penduduknya, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk usia kerja dan berkurangnya rasio ketergantungan penduduk pada masa transisi demografi. Berdasarkan data jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin, Kota Pekanbaru memiliki 306.340 jiwa penduduk usia muda (0-14 tahun), 810.195 jiwa penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan 51.064 jiwa penduduk usia tua (64> tahun). Hal ini menjadi penanda Kota Pekanbaru telah memasuki bonus demografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi dari terjadinya bonus demografi terhadap aspek ketenagakerjaan sektor perdagangan jasa dan industri di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deduktif dan jenis penelitian Explanatory research. Pengumpulan data dilakukan dengan memfokuskan kepada data sekunder, yaitu pengumpulan data yang berorientasi hanya ke data yang sudah di olah sebelumnya. Berupa dokumen atau laporan resmi dari instansi terkait, seperti data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru, Dinas Ketenagakerjaan Kota Pekanbaru, dan Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru (BPS) . Data yang dibutuhkan merupakan data tentang kependudukan, ketenagakerjaan dan perekonomian Kota Pekanbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa bonus demografi berpotensi meningkatkan ketersediaan tenaga kerja produktif, namun juga menimbulkan tantangan terkait penyediaan lapangan kerja yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesiapan sektor usaha dalam menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan ketenagakerjaan yang terintegrasi, antara lain melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan wirausaha, dan optimalisasi peluang kerja di sektor unggulan daerah.
No other version available