Text
Pengaruh Surfaktan AOS Pada Injeksi ASP untuk Peningkatan Perolehan Minyak di Lapangan X Menggunakan Simulator CMG
Tahap tertiary recovery merupakan fase akhir produksi minyak yang melibatkan injeksi bahan kimia tambahan ke dalam air injeksi untuk meningkatkan efisiensi perolehan minyak. Berbagai metode Enhanced Oil Recovery (EOR) telah dikembangkan, seperti injeksi gas, termal, dan kimia (alkali, surfaktan, serta polimer). Salah satu inovasi penting adalah injeksi ASP (Alkali–Surfactant–Polymer), yang muncul dari pengembangan teknologi EOR sebelumnya melalui penelitian dan penerapan lapangan. Lapangan X mengalami penurunan produksi akibat deplesi alami dan meningkatnya water cut karena injeksi air yang dilakukan terus-menerus. Meskipun pada awalnya metode waterflooding efektif meningkatkan produksi, efisiensi penyapuannya menurun seiring waktu. Lapangan ini masih tergolong ekonomis dengan Recovery Factor 45,5%. Penelitian ini melakukan simulasi reservoir menggunakan Software CMG (Computer Modelling Group) dengan simulator STARS dan model Inverted 5-Spot. Reservoir yang digunakan merupakan sandstone heterogen dengan variasi permeabilitas dan porositas pada setiap grid. Simulasi dilakukan selama 20 tahun (2025–2045) dengan enam skenario injeksi ASP flooding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan AOS, ketika dikombinasikan dengan alkali (Na?CO?) dan polimer (HPAM), secara signifikan meningkatkan Recovery Factor, Cumulative Oil Production, dan memperbaiki kurva permeabilitas, yang menandakan perubahan wettability batuan. Skenario 6 menjadi yang paling optimal dengan kombinasi Na?CO? 0,75 wt%, AOS 0,3 wt%, dan HPAM 1200 ppm, menghasilkan Recovery Factor 83,99%, jauh lebih tinggi dibanding waterflooding (45,5%) maupun skenario lain (57–81%).
No other version available