Text
Representasi Emosi Warganet melalui Tindak Tutur Ekspresif pada Komentar YouTube: Studi Pragmatik terhadap Video Isa Bajaj di Kanal Deddy Corbuzier
Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat menjadi lebih partisipatif, dialogis, dan sarat ekspresi emosional. YouTube, sebagai salah satu ruang publik digital, menyediakan kolom komentar yang memungkinkan warganet mengekspresikan sikap, perasaan, dan penilaian secara terbuka terhadap konten yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh warganet dalam kolom komentar YouTube video “Isa Bajaj” di channel Deddy Corbuzier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa 500 komentar warganet yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori tindak tutur John R. Searle, khususnya kategori tindak tutur ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis tindak tutur ekspresif, yaitu pujian/apresiasi positif (29,0%), kritik/ketidaksetujuan (24,0%), ungkapan terima kasih/syukur (16,0%), ekspresi marah atau emosi negatif (14,0%), empati/belas kasih (8,0%), penyesalan/permintaan maaf (5,0%), serta harapan/doa (4,0%). Dominasi tindak tutur pujian dan kritik menunjukkan tingginya keterlibatan emosional dan evaluatif warganet terhadap konten narasi personal yang disajikan. Temuan ini menegaskan bahwa kolom komentar YouTube berfungsi sebagai ruang ekspresi emosional publik yang merepresentasikan kondisi psikologis kolektif warganet. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pragmatik digital dengan menempatkan tindak tutur ekspresif sebagai cerminan dinamika emosi, empati, dan refleksi moral dalam komunikasi media sosial.
No other version available