Text
Pengaruh Penambahan NaCl Terhadap Recovery Factor Dengan Pemanfaatan Bakteri Bacillus Cereus Cabai Dan Sawit Pada Core Sintetik Menggunakan Metode Imbibisi Spontan
Produksi minyak mentah di Indonesia saat ini sedang ditahap penurunan, dimana sebagian besar minyak berasal dari lapangan yang sudah tua (mature field). Salah satu upaya untuk mengatasi penurunan produksi tersebut adalah dengan menerapkan metode EOR (Enhanced Oil Recovery). Salah satu metode EOR yang bisa dilakukan yaitu Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR). Metode ini menggunakan mikroorganisme yang mampu menghasilkan biosurfaktan golongan lipopeptide yang merupakan senyawa aktif yang mampu mengurangi tegangan antarmuka minyak-air, sehingga dapat meningkatkan perolehan minyak. Penelitian ini menggunakan bakteri Bacillus Cereus pada berbagai konsentrasi (5%; 10% dan 15%) dengan penambahan NaCl 10% terhadap bakteri. Pengujian ini menggunakan metode imbibisi spontan yang berfungsi untuk mengetahui recovery factor, dengan melihat minyak yang keluar dari pori-pori batuan secara statis. Pada pengujian ini terbukti penambahan NaCl 10% terhadap bakteri Bacillus cereus cabai dan sawit pada konsentrasi terbaik yaitu 15% mampu meningkatkan perolehan minyak sebesar 36.4% untuk bakteri cabai dan 28.0% untuk bakteri sawit. Dari dua bakteri yang digunakan, bakteri yang optimal untuk peningkatan perolehan minyak adalah bakteri Bacillus Cereus Cabai.
No other version available