Text
Kajian Model Pengembangan Tematik Kewilayahan Berdasarkan Potensi Unggulan di Kota Tanjungpinang
Mengacu pada RTRW Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017-2037 menetapkan Kawasan Perkotaan Tanjungpinang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yang diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Provinsi. Dengan perannya sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), Tanjungpinang menjadi penggerak utama dalam mendukung integrasi sektor ekonomi berbasis perdagangan, jasa, maritim dan pariwisata yang sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. Salah satu pendekatan dalam pembangunan wilayah di Indonesia adalah model tematik kewilayahan, proses pengembangan model tematik ini mengacu pada konsep One Village One Product (OVOP). Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan model pengembangan tematik kewilayahan berdasarkan potensi unggulan di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan deskriptif statistik. Sumber data berupa data primer yaitu observasi wilayah serta wawancara dan data sekunder berasal dari dokumen potensi unggulan daerah Disperindag Kota Tanjungpinang. Data dioleh dengan teknik analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunujukkan pola distribusi spasial menggunakan data Industri Kecil dan Menengah (IKM) menunjukkan bahwa Pusat Inti (Core Area) berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Barat sebagai Sub-Pusat Kreatif (Creative Sub-Cluster), Kecamatan Bukit Bestari sebagai Zona Penyangga Jasa dan Distribusi (Supporting Zone), Kecamatan Tanjungpinang Kota sebagai Zona Pelayanan dan Pemerintahan (Service Zone).
No other version available