Text
PENGARUH ABU JANJANG SAWIT DAN PUPUK NPK MUTIARA 16:16:16 TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
Penelitian berjudul pengaruh abu janjang sawit dan pupuk NPK mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.), bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi maupun utama abu janjang sawit dan pupuk NPK mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman cabai rawit. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, selama 4 bulan terhitung darii bulan Januari sampai Mei 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah abu janjang sawit yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 0, 150, 300, dan 450 g per polybag, sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK mutiara 16:16:16 yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 6,25, 12,5 dan 18,75 g per polybag, sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan maka terdapat 48 unit percobaan. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman cabai rawit, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah perbuah dan jumlah buah sisa. Data pengamatan dianalisis dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Pengaruh interaksi abu janjang sawit dan pupuk NPK mutiara 16:16:16 nyata terhadap parameter tinggi tanaman cabai rawit, umur berbunga, umur panen, berat buah per tanaman dan jumlah buah sisa, perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi abu janjang sawit dosis 150 g per polybag dan pupuk NPK mutiara 16:16:16 dosis 12,5 g per polybag. Pengaruh utama abu janjang sawit nyata terhadap semua parameter, kecuali pengamatan berat buah perbuah. Perlakuan terbaik pada dosis abu janjang sawit 300 g per polybag. Pengaruh utama pupuk NPK mutiara 16:16:16 nyata terhadap semua parameter, kecuali pengamatan berat buah perbuah. Perlakuan terbaik pada dosis pupuk NPK mutiara 16:16:16 12,5 g per polybag.
No other version available