Text
Analisis Usahatani Jeruk Siam Di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau
Analisis Usahatani Jeruk Siam Di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, dibawah bimbingan Ibu Dr. Elinur SP., M.Si. Jeruk siam merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi sebagai sumber pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Karakteristik petani dan profil usahatani jeruk siam di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. 2) Teknik budidaya usahatani jeruk siam di Kecamatan Pagran Tapah Darussalam Kabpaten Rokan Hulu Provinsi Riau. 3) Penggunaan faktor produksi, biaya produksi, pendapatan, efisiens dan break even point usahatani jeruk siam di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei yang berlokasi di tiga desa yaitu Desa Sangkir Indah, Pagaran Tapah dan Kembang Damai di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau yang dilaksanakan pada Juli sampai Desember 2025. Responden diambil secara simple random sampling dengan jumlah petani 45 orang petani jeruk siam. Hasil penelitian ini menujukkan karakteristik petani jeruk siam di Kecamatan Karakteristik petani jeruk siam di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan hulu adalah rata-rata umur 47 tahun, rata-rata tingkat pendidikan yaitu 8 tahun (SMP), rata-rata pengalaman berusahatani yaitu 8 tahun dan rata-rata jumlah anggota keluarga petani adalah 4 orang. Sedangkan profil usaha diperoleh rata-rata luas lahan produksi 0,51-2 Ha sebanyak 36 orang, status lahan merupakan milik sendiri, rata-rata modal awal usaha Rp 92.977.222, rata-rata produksi yaitu 28.180 Kg/Ha, dan produktifitas sebesar 20.473 Kg/Ha. Teknik budidaya yang diterapkan meliputi penyiangan secara manual dan menggunakan mesin rumput 2 3 kali per musim tanam, pemupukan kombinasi pupuk kimia (NPK, Urea, TSP, ZA, KCL) dan organik dengan frekuensi 3–4 kali per tahun, pemangkasan pemeliharaan dan produksi, pengendalian hama dan penyakit secara dominan menggunakan pestisida kimia dengan frekuensi tinggi, serta panen dua kali per tahun saat musim buah matang. Biaya produksi sebesar Rp 79.627.349/Garapan/Tahun, penerimaan sebesar Rp 281.804.444/ Garapan/Tahun, pendapatan sebesar Rp 202.177.095/ Garapan/Tahun, diperoleh RCR (Reveneu Cost Ratio) sebesar 3,54 BEP produksi 12.062 Kg, BEP harga Rp 2.825,62/Kg BEP penerimaan sebesar Rp. 120.620.495/ Garapan/Tahun.
No other version available