Text
Pemetaan Daerah Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Studi Kasus: Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru
Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru memiliki tingkat kerentanan banjir yang tinggi akibat curah hujan intensif, kondisi topografi, dan keterbatasan sistem drainase. Berdasarkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Pekanbaru 2023–2026, terdapat 23 titik banjir dengan luas genangan 49,9 ha pada tahun 2020, yang mencerminkan tingginya risiko banjir di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan memetakan bahaya banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai dasar mitigasi dan perencanaan tata ruang wilayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial melalui overlay parameter curah hujan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Data diperoleh dari instansi terkait dan observasi lapangan, kemudian diolah dengan perangkat lunak SIG untuk menghasilkan peta bahaya banjir. Hasil penelitian menunjukkan curah hujan dan drainase menjadi faktor dominan penyebab banjir. Lebih dari separuh wilayah Binawidya tergolong bahaya tinggi, sisanya bahaya menengah dan rendah. Pemetaan ini menegaskan pentingnya intervensi melalui penguatan drainase, pengendalian tata ruang, serta mitigasi berbasis masyarakat.
No other version available