Text
Analisis Usaha Agroindustri Keripik Nangka Sampurna di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau (Studi Kasus pada Usaha Sampurna)
Agroindustri merupakan sistem pengelolaan secara terpadu antara sektor pertanian
dengan sektor industri guna mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian. Salah
satu produk olahan dari buah-buahan adalah keripik. Nangka. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis; 1)Karakteristik pengusaha dan profil usaha
Agroindustri keripik nangka pada usaha Sampurna Rasa di Desa Kualu
Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. 2) Mengetahui teknologi produksi,
penggunaan input dan proses produksi pada Usaha Sampurna di Desa Kualu
Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. 3) Besarnya biaya produksi,
produksi, pendapatan, efesiensi (RCR), dan nilai tambah dari usaha keripik
Nangka Usaha Sampurna di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten
Kampar. Teknik penentuan responden penelitian dilakukan secara sensus dimana
terdapat 1 pengusaha keripik nangka. Hasil penelitian menunjukkan 1)
Karakteristik Pengusaha dan profil usaha agroindustri Keripik Nangka Sampurna
bahwa umur pengusaha termasuk dalam usia produktif yaitu 39 tahun. Lama
pendidikan pengusaha Keripik Nangka Sampurna yaitu 12 tahun, jumlah
tanggungan keluarga pengusaha Keripik Nangka Sampurna yaitu 5 jiwa dan profil
usaha agroindustri Keripik Nangka Sampurna yaitu sudah dimulai sejak tahun
2015, modal usaha berasal dari modal pinjaman bank sebesar Rp 50.000.000
dengan jumlah tenaga kerja 1 TKLK yang tergolong dalam usaha industri rumah
tangga. 2) Bahan baku yang diperoleh yaitu berasal dari kebun sekitar gerai.
Kapasitas penggunaan bahan baku pada agroindustri Keripik Nangka Sampurna di
Desa Kualu Nenas yaitu sebanyak 12 kg/proses produksi, dengan teknologi
pengolahan yang masih sederhana, dan penggunaan tenaga kerja berasal dari luar
kelurga, tahapan satu kali proses produksi membutuhkan waktu 5 jam. 3) Biaya
produksi per proses produksi senilai Rp 731.000 dengan pendapatan kotor senilai
Rp 1.080.000 dan keuntungan senilai Rp 349.000. Selanjutnya, RCR yang
diperoleh sebesar 1,48 dan nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 48.444/kg per
proses produksi.
No other version available