Text
Self disclosure Perempuan Tomboy Melalui Aplikasi Tiktok Pada Mahasiswa Di Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan tomboy memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai media pengungkapan diri di kalangan mahasiswa di Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan landasan teoritis fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap empat informan perempuan tomboy berusia 21-22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tomboy melakukan self disclosure di TikTok sebagai cara untuk mengekspresikan identitas maskulin mereka secara bebas. Mereka merasa lebih diterima dan tidak terkekang oleh norma-norma feminin tradisional dibandingkan di dunia nyata. Hal tersebut membantu mereka membangun kepercayaan diri, mencari validasi, dan menegosiasikan identitas gender mereka, yang telah lama dianggap berbeda oleh masyarakat. TikTok memungkinkan mereka memperoleh validasi, dukungan emosional, dan membangun kepercayaan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengungkapan diri di TikTok merupakan proses komunikasi digital interpersonal yang kompleks, menciptakan ruang hibrida antara privat dan publik, serta menunjukkan bahwa identitas gender bersifat performatif dan dinegosiasikan secara dinamis dalam konteks digital.
No other version available