Text
Analisis Implementasi NDC (Nationaly determined Contribution) dan Target 1,5° Pasca Paris Agreement Studi Kasus: Denmark
Penelitian ini menganalisis implementasi Nationally Determined Contribution (NDC) Denmark dan keselarasannya dengan target 1,5°C Perjanjian Paris. Denmark dipilih karena ambisi iklimnya: pengurangan emisi GRK sebesar 70% pada 2030 (dari level 1990) dan net-zero pada 2050, yang dikodifikasi dalam Danish Climate Act 2020. Menggunakan metodologi studi kasus kualitatif dengan data sekunder dari dokumen kebijakan Denmark, laporan IPCC/UNFCCC, dan publikasi ilmiah terakreditasi, penelitian ini menerapkan teori konstruktivis hubungan internasional, khususnya norma internasional dan identitas nasional, untuk menjelaskan integrasi nilai keberlanjutan Denmark dan posisinya sebagai "pemimpin hijau." Temuan mengungkapkan transformasi sektoral komprehensif dalam energi terbarukan (terutama angin), transportasi rendah emisi, efisiensi bangunan, dan manajemen pertanian/tata guna lahan. Pertanian tetap menjadi tantangan terbesar, menyumbang lebih dari sepertiga emisi nasional. Green Tripartite Agreement (Juni 2024) antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan industri pertanian merupakan terobosan besar, mencakup pajak emisi ternak, insentif pengurangan nitrogen, dan restorasi keanekaragaman hayati. Namun, Danish Council on Climate Change memperingatkan risiko substansial dalam mencapai target 2030, khususnya terkait instrumen "berisiko tinggi" seperti penangkapan karbon dan pirolisis. Temuan ini mengonfirmasi bahwa target ambisius memerlukan kapasitas institusional yang kuat dan instrumen kebijakan yang kokoh untuk implementasi yang berhasil.
No other version available