Text
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal ( Studi Kasus : Persimpangan Jalan Sembilang dan Jalan Pramuka Kota Pekanbaru)
Persimpangan Tiga Tak Bersinyal Sembilang di Kota Pekanbaru mengalami permasalahan lalu lintas terutama pada jam sibuk, ditandai dengan tingginya derajat kejenuhan (DJ), tundaan simpang (T), serta panjang antrian kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kecepatan kendaraan pada tiap ruas jalan serta menganalisis kinerja lalu lintas simpang tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan selama lima hari (Senin, Selasa, Jumat, Sabtu, dan Minggu) pada jam puncak. Data yang dikumpulkan meliputi kecepatan kendaraan, volume lalu lintas, dan kondisi geometrik simpang. Data tersebut kemudian dianalisis dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan kendaraan tertinggi terdapat pada Jalan Sembilang (Mayor B), yaitu kendaraan sepeda motor (SM) sebesar 21,00 km/jam, mobil penumpang (MP) sebesar 18,90 km/jam, dan kendaraan sedang (KS) sebesar 21,09 km/jam. Volume lalu lintas tertinggi tercatat pada Minggu, 13 Juli 2025, pukul 15.00–18.00 WIB dengan jumlah 3103 smp/jam. Analisis kinerja simpang Tiga Tak Bersinyal Sembilang pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa simpang berada dalam kondisi jenuh dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,88, melebihi batas standar PKJI 2023 (DJ ? 0,85).
No other version available