Text
PENGARUH PEMANFAATAN GETAH KARET (LATEKS) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA KEKUATAN IKAT CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) DAN ABU DAUN BAMBU SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
Filler merupakan bahan pengisi pada pembuatan campuran aspal dan harus lolos pada saringan No. 200 dan tidak kurang dari 75% dari beratnya. Disamping ukurannya yang harus relatif halus, bahan pengisi (filler) harus memiliki sifat-sifat tertentu seperti bersifat sementasi jika terkena air dan memiliki daya rekat yang tinggi dengan agregat lainnya. Karet alam merupakan polimer jenis elastomer dengan harga yang relatif murah. Sebagai produsen getah karet alam, Indonesia perlu mencari alternatif pemanfaatan getah karet alam tersebut, sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini melibatkan campuran filler abu daun bambu dengan variasi (0%, 50% dan 100%), dan campuran aspal cair AC – BC dengan variasi Lateks (0%, 9%, 11%, 13% dan 15%) dilakukan dengan metode Marshall Test. Hasil penelitian ini memperoleh nilai kadar aspal optimum sebesar 5,2% dan filler abu daun bambu sebesar 100%. Dalam penelitian ini semakin besar penambahan persentase dari lateks, maka nilai VMA dan VIM mengalami kenaikan dan penurunan, penurunan terjadi dari persentase 15%. Pada nilai Stabilitas dan MQ mengalami penurunan dan kenaikan, kenaikan terjadi pada persentase 13% dan 15%. Pada nilai VFA mengalami penurunan mulai dari persentase 9%. Pada nilai flow mengalami kenaikan. Variasi lateks 0%, 9%, 11%, 13% dan 15% dengan filler abu daun bambu variasi 100% memenuhi spesifikasi Bina Marga 2025
No other version available