Text
Strategi Pengembangan Agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery & Cake di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Pendekatan Pada Business Model Canvas)
Strategi Pengembangan Agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery & Cake Di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (Pendekatan Pada Business Model Canvas), dibawah bimbingan Ibu Sisca Vaulina, SP., MP Bolu gulung adalah salah satu jenis kue bolu yang berbentuk gulungan dengan isian di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik pengusaha, tenaga kerja dan profil usaha agroindustri bolu gulung Qia Bakery and Cake 2) Memetakan konsep bisnis pada Usaha Agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery and Cake di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. 3) Menganalisis strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT pada usaha agroindustri bolu gulung Qia Bakery and Cake. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di usaha agroindustri bolu gulung Qia Bakery and Cake di Jl. Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau yang dilaksanakan 6 bulan dari bulan maret 2025 sampai bulan agustus 2025 Pengambilan responden pengusaha dan tenaga kerja dilakukan secara sensus sebanyak 1 orang, yaitu pemilik usaha. Sumber data terdiri dari data sekunder dan primer. Hasil penelitian menunjukkan 1) Usaha agroindustri Bolu Gulung Qia Bakery and Cake memiliki karakteristik pengusaha dan tenaga kerja yang berada pada usia produktif dengan rata-rata pendidikan menengah atas, pengalaman berusaha sekitar tiga tahun, serta tanggungan keluarga yang relatif banyak; sedangkan profil usaha bermula pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 sebagai usaha mikro berbasis industri rumah tangga dengan modal dari hasil penjualan aset pribadi dan tabungan, serta melibatkan lima tenaga kerja termasuk pemilik yang aktif dalam seluruh proses produksi hingga pemasaran. 2) Analisis Business Model Canvas (BMC) menggambarkan bahwa model bisnis usaha ini terstruktur dan komprehensif melalui sembilan elemen utama, mencakup segmen pelanggan yang beragam, proposisi nilai yang kuat, kanal distribusi efektif, hubungan pelanggan yang baik, sumber daya dan aktivitas kunci yang terorganisir, kemitraan strategis, struktur biaya terkendali, serta aliran pendapatan yang beragam, meskipun masih perlu evaluasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan perluasan pasar. 3) Berdasarkan analisis SWOT melalui IFAS dan EFAS, strategi pengembangan usaha yang paling tepat adalah memanfaatkan kekuatan internal untuk menghadapi ancaman eksternal dengan fokus pada inovasi produk, peningkatan standar mutu, program loyalitas pelanggan, serta optimalisasi peluang pasar melalui pemasaran digital dan kolaborasi, sekaligus memperbaiki kelemahan internal seperti sistem manajemen dan kapasitas produksi guna mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
No other version available