Text
PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN STRES KERJA TERHADAP INTENSI PINDAH KARIER DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA MAHASISWA PASCASARJANA DI UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Mahasiswa pascasarjana yang tetap bekerja, khususnya pada sektor pekerjaan yang relatif rentan terhadap ketidakpastian karier, seperti pegawai swasta, pegawai kontrak pemerintahan, tenaga outsourcing, dan pelaku usaha mandiri, umumnya menempuh studi S2 bukan hanya untuk tujuan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat peluang menuju karier yang lebih stabil, terjamin, dan sesuai dengan tujuan hidupnya. Mereka berada pada fase evaluasi karier, yaitu menilai apakah akan tetap bertahan pada pekerjaan saat ini atau mempertimbangkan perpindahan karier setelah menyelesaikan studi. Keputusan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh orientasi masa depan karier, tetapi juga oleh bagaimana mereka mengalami keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), tingkat stres kerja, dan kepuasan terhadap pekerjaan yang sedang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan stres kerja terhadap intensi pindah karier dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Riau yang bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 100 mahasiswa pascasarjana aktif Universitas Islam Riau yang bekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap intensi pindah karier, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi pindah karier serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap intensi pindah karier. Selain itu, kepuasan kerja memediasi secara penuh pengaruh work-life balance terhadap intensi pindah karier dan memediasi secara parsial pengaruh stres kerja terhadap intensi pindah karier. Temuan ini menunjukkan bahwa kecenderungan mahasiswa pascasarjana yang bekerja untuk bertahan atau berpindah karier lebih banyak dibentuk melalui evaluasi terhadap kepuasan kerja dibandingkan oleh work-life balance secara langsung. Dengan demikian, pengelolaan stres kerja dan peningkatan kepuasan kerja menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keputusan karier mahasiswa pekerja yang sedang menempuh studi pascasarjana.
No other version available