Text
Analisis Manajemen Risiko K3 Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dalam Proyek Pembangunan Dinding Pengaman Tebing Sungai Kampar Desa Padang Mutung Kec. Kampar Kab. Kampar
Proyek konstruksi memiliki tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi akibat kompleksitas pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja yang berbahaya. Salah satu proyek yang memiliki potensi risiko tersebut adalah proyek pembangunan dinding pengaman tebing Sungai Kampar di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko K3, menentukan risiko dominan, serta merumuskan upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proyek tersebut dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan tiga parameter utama FMEA, yaitu tingkat keparahan (severity), tingkat kejadian (occurrence), dan tingkat deteksi (detection), yang kemudian dihitung untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 variabel risiko (jenis pekerjaan) dengan 18 indikator risiko yang valid. Hasil perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN), diperoleh 8 (delapan) indikator risiko yang memiliki nilai RPN di atas nilai RPN rata-rata, kedelapan indikator tersebut diantaranya yaitu pada variabel risko pekerjaan pemancangan dengan indikator risiko X.5 (lingkungan proyek yang tidak bersih), pada variabel risiko pekerjaan pembesian dengan indikator risiko X.7 (lingkungan proyek yang tidak bersih), X.10 (pekerja kurang berhati hati), X.11 (Safety yang tidak diterapkan dengan baik), X.12 (Pekerja tidak menerapkan APD lengkap di area ketinggian (body harness), pada variabel risiko pekerjaan bekisting dengan indikator risiko X.14 (Pekerja tidak konsentrasi), X.16 (penggunaan APD yang tidak lengkap), dan pada variabel risiko pekerjaan pengecoran dengan indikator risiko X.20 (pekerja tidak menggunakan APD lengkap). Kedelapan indikator risiko tersebut dikategorikan sebagai risiko dominan dan memerlukan rekomendasi pengendalian yang tepat. Risiko-risiko dominan tersebut sangat berkaitan dengan kondisi area kerja di tepi sungai yang memiliki ketinggian dan kemiringan, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Pengendalian risiko yang direkomendasikan untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja meliputi, menyediakan area khusus penyimpanan material, membersihkan area kerja secara berkala, menerapkan penggunaan APD lengkap, pemasangan rambu rambu peringatan, penerapan SOP kerja di area tepi sungai, memberikan pelatihan kerja di ketinggian, pengawasan petugas K3 dan mandor, serta pemberian sanksi terhadap pelanggaran K3.
No other version available